Author Archives: sdnrungkutmenanggal1

PEMBERITAHUAN KEGIATAN AKHIR BELAJAR MENGAJAR SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013 – 2014

Kegiatan Akhir Belajara Mengajar Semester 1 tahun Pelajaran 2013 – 2014
(lebih…)

Trik Dua atau Lebih PC/Laptop dalam mengerjakan Dapodikdas 2013

untuk multi user pada sekolah hal ini justru membuat kinerja akan lebih nyaman, cepat dan mudah. dalam mengerjakan dapodikdas 2013 :

untuk pengerjaan dapodikdas 2013 lebih dari 1 Komputer/laptop, jadi bisa dikerjakan oleh beberapa orang dengan komputer yang berbeda, tetapi untuk melakukan syncronisasi adalah komputer/laptop yang dijadikan server. langkah-langkahnya sebagai berikut :

A. Buka  IP  di Komputer/laptop server dengan cara : 

1. Star

2. Run

3. Ketik cmd

4. Ketik  “ipconfig” diketik tanpa tanda petik tekan enter

5. Hasilnya catat IP addres Komputer/laptop server contoh IPV4 address: 192.168.1.4

Untitled

A. Buka  di Komputer/laptop lain dengan cara :

1.  IP tersebut di masukan(ketik) di browser laptop yang lain tekan enter

2. Maka akan muncul halaman registrasi aplikasi

3. selanjutnya masukan username dan pasword (sama)

Selamat mencoba…

PENCABULAN SISWA MOMENTUM PEMBANGUNAN BUDAYA SEKOLAH BERBASIS KARAKTER TERPUJI

Oleh: Abdur Rohim, SHI.

(guru dan pendidik)

Pemberitaan akhir-akhir ini sangat mengusik rasa kemanusiaan, bagaimana tidak, di lingkungan pendidikan yang seharusnya dapat membentuk jiwa anak untuk menghadapi masa depannya justru menjadi tempat pertama anak merasakan kepahitan hidup karena telah dicabuli oleh guru dan kepala sekolahnya sendiri sebagaimana diberitakan JPNN pada 22 April 2013, di lingkup SD pun, beberapa siswi yang masih polos harus menahan tangis dan takut atas pencabulan yang dilakukan oleh guru prianya. Peristiwa kriminal sekaligus memilukan yang telah mencoreng wajah pendidikan di republik ini. Tak pelak, jiwa siswa menjadi trauma, paranoid dan gangguan belajar hampir bisa dipastikan akan terjadi. Opini publik langsung bertanya-tanya kemanakah pembelajaran berbasis karakter yang telah digaungkan oleh kementerian pendidikan itu menguap?. Mengapa dunia pendidikan kita sangat sulit mengukir prestasi dan sekarang justru dikabarkan dengan hal aib semacam ini? Setidaknya ada tiga hal yang perlu kita refleksikan bersama.

Normativitas pembelajaran berbasis karakter

Saat KTSP diberlakukan pada 2006 masyarakat berharap banyak pada basis pembelajaran terbaru yang mengutamakan pada pembangunan karakter (character building) peserta didik. Bukannya hal positif yang dibicarakan yang muncul malah berita tentang pencabulan siswa di berbagai lembaga pendidikan. Pembelajaran berbasis karakter telah gagal diaplikasikan dalam aspek praksis pendidikan. Pembelajaran berkarakter hanya sekedar hafalan yang wajib diingat serta sekedar menghiasi  perencanaan pembelajaran  (RPP) dengan cukup diembel-embeli menjadi RPP berkarakter. Formalitas yang miskin substansi. Satu bentuk aplikasi pembelajaran berbasis karakter yang sedang ramai dibicarakan di tataran dunia pendidikan internasional sekarang ini ialah pendidikan asertif (assertive education) yang akan dijelaskan di bagian akhir dari tulisan ini.

Buta hukum (law blindness)

Fenomena pendidik mencabuli siswanya timbul sebagai rangkaian kausalitas yang berangkat dari rendahnya tingkat melek hukum  (law literacy) di kalangan pendidik. Alergi publik khususnya pendidik terhadap hukum dan undang-undang mencapai klimaks saat maraknya pemberitaan krisis dunia hukum yang telah terjun bebas lebih dulu dibandingkan “saudara tua” nya dunia pendidikan. Seyogyanya kita bisa membedakan bahwa dalam dunia hukum ada hukum secara praksis dan hukum secara keilmuan. Hukum secara praksis memang telah sampai pada titik nadirnya namun hukum secara keilmuan wajib kita pelajari karena negara kita berdasar hukum (rechstaat). Terdapat idiom hukum yang telah menjadi dogma  bahwa semua orang (siapapun ia) dianggap tahu tentang hukum dan undang-undang yang berlaku sehingga ia tidak dapat mengelak bahwa ia tidak tahu kalau satu perbuatan dianggap salah (guilty) oleh hukum. Fenomena kejahatan dan pelanggaran hukum yang dilakukan di kalangan pendidik menunjukkan buruknya tingkat melek hukum di kalangan pendidik. Pendidik yang mencabuli anak didiknya jelas tidak membaca (atau kalau boleh dikatakan tidak mau tahu) bahwa sejak 2002 telah diundangkan UU no.23 Tahun 2002 Tentang Perllindungan Anak yang menjerat pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) bagi setiap orang (termasuk pendidiknya) yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Andaikan mereka membaca undang-undang ini mereka pasti akan berfikir ribuan kali sebelum melakukan aksi bejatnya, merefleksikan bahwa hal kedua yang perlu dibangun di sekolah ialah budaya melek hukum (law literacy).

Pendidikan asertif

Siswa dalam kehidupan polosnya, sering tidak menyadari bahwa perkembangan fisiknya senantiasa diperhatikan oleh orang lain, entah itu orangtua, teman sebaya, keluarga dekat, maupun gurunya. Sehingga tak jarang perhatian itu berubah menjadi sebuah perbuatan asusila yang merugikan siswa itu sendiri. Penjagaan pun menjadi hal yang percuma karena siswa dalam dinamika kehidupannya mustahil akan bisa terproteksi 24 jam. Semata-mata dipasrahkan kepada sekolah pun adalah hal yang naif mengingat sekolah juga memiliki tantangan pada dimensi yang berbeda yang tak kalah beratnya (tuntutan kualitas output lulusan, berkompetisi pada ajang kompetisi sekolah di beberapa tingkatan, sulitnya merubah mindset beberapa pendidik yang konservatif dan tidak mau berubah menjadi lebih baik). Hal yang dirasa masuk akal kemudian ialah menanamkan semangat asertif. Pendidikan asertif adalah mendidik siswa untuk berani mengatakan tidak saat mereka menghadapi kondisi dan situasi yang mengarah pada pencabulan, pelecehan seksual dan perbuatan asusila terhadap anggota tubuhnya, yang perbuatan tidak senonoh itu bisa dilakukan oleh siapapun, apakah itu bapak, keluarga dekat (paman), teman, pacar, dan siapapun yang berniat mesum terhadap tubuh fisik siswa. Sebuah upaya perlindungan diri (self defense) bisa menjadi jalan keluar terhadap minimnya proteksi kepada siswa secara individu. Guru maupun orang tua perlu bahkan wajib menyampaikan sikap asertif ini agar sang anak tidak menjadi korban dalam perbuatan amoral yang akhir-akhir ini didukung dengan maraknya penyebaran video atau tontonan mesum semakin massif terjadi. Sang guru pun selayaknya memiliki sebuah persepsi, pentingnya melatih siswa memiliki sikap asertif ini didasari oleh mindset bahwa siswa tak ubahnya seperti anaknya sendiri. Siswaku adalah anakku. Memang bukan anak biologis namun mereka adalah anak didik kita, yang dipercayakan kepada kita. Yang profesi kita menjadi percuma tanpa keberadaan mereka. Jika mindset ini tertanam di benak para guru, pendidikan asertif akan efektif dan semoga tidak lagi terdengar berita memilukan, pendidik yang mencabuli anak didiknya

Pemberitahuan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Ujian Nasional

pemberitahuan

Agenda Kegiatan Kelas VI

Agenda Kegiatan Kelas VI

Siswa Kelas VI di wajibkan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan sesuai Jadwal berikut ini :

MATERI EDS SURABAYA

silahkan mengunduh file Sosialisasi Evaluasi Diri Sekolah

Materi EDS Surabaya

JUKNIS BOS 2013

Juknis BOS 2013 ini semoga bisa membantu silahkan klik link di bawah ini

Petunjuk Teknis BOSNAS 2013

 

SDN Rungkut Menanggal I sebagai Eco School 2012

IMG_20121220_140351

Perhelatan Surabaya Eco School 2012 lebih semarak dari tahun lalu. Bila tahun lalu peserta program ini hanya SMP dan SMA/SMK di Surabaya, tahun ini sekolah dasar juga dikutsertakan. Jumlah sekolah peserta tahun ini juga lebih banyak daripada tahun lalu. Tahun lalu, peserta “hanya” 120 sekolah. Tahun ini, peserta sebanyak 230 sekolah. yang dilaksanakan di Graha Sawunggaling. SDN Rungkut Menanggl 1 Surabaya sebagai 1st Place (Tingkat SD) Surabaya Eco Scholl 2012, Eco Teacher of the year (tingkat SD/MI) Surabaya Eco School 2012, Eco Headmaster of the week Periode pertama Surabaya Eco School 2012, Eco Teacher of the week Periode keenam Eco School 2012, Eco Student of the week Periode ketujuh Eco School 2012. Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim

HIASAN KIPAS ANGIN LISTRIK PENGHISAP NYAMUK

Memasuki musim penghujan Oktober – Maret ini kiranya seluruh warga bersiap diri menghadapi ancaman nyamuk. Genangan air, selokan yang mampet, lingkungan yang lembab dan pencahayaan yang redup, tambah redup dengan seringnya awan mendung menutupi sang surya makin mendukung perkembangbiakan nyamuk hingga berlipat-lipat lebih banyak dibanding dengan di musim kemarau. Semua pasti setuju kalau serangga ini sangat mengganggu kenyamanan kita dalam berbagai suasana. Eksistensi dan keberadaan nyamuk telah menjadi monster kecil penghisap darah yang dimusuhi dimana-mana. Aktivitasnya dalam menghisap darah dengan mulut penusuk dan penghisapnya diawali dengan menyuntikkan semacam hormon yang melawan pembekuan darah saat dihisap dan hormon inilah yang menyebabkan gatal di kulit. Belum lagi jika nyamuk itu sebagai carrier (pembawa) virus demam berdarah dan malaria. Hal inilah yang menyebabkan hak-hak hidup mereka sebagai makhluk tuhan menjadi tidak kita pedulikan sama sekali.

Beberapa akibat seperti: kulit menjadi gatal dan bentol-bentol, tidur kurang nyenyak yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja (mengantuk saat bekerja) hingga bahaya penyakit demam berdarah serta malaria adalah justifikasi yang kuat bagi kita untuk memusnahkan serangga penghisap darah ini dengan berbagai cara. Muncullah beragam inovasi dalam konteks perang manusia versus nyamuk yang abadi, mulai dari yang manual yaitu dengan memukulnya menggunakan telapak tangan hingga yang sophisticated (canggih) seperti raket listrik, obat nyamuk bakar, obat nyamuk elektrik, obat penyemprot anti nyamuk, losion anti nyamuk sampai yang supra sophisticated (sangat canggih dan tidak bisa dilakukan orang awam) berupa rekayasa genetik yakni dengan pemandulan nyamuk pejantan, tapi tak satupun mampu memuaskan nafsu manusia untuk menghabisi populasi mereka sebanyak-banyaknya.  Kemunculan predator alami seperti cicak juga bukannya tanpa masalah. Namun ada satu alat yang betul-betul murah dan bisa anda coba, yaitu hiasan kipas angin listrik penghisap nyamuk. Alat ini cukup praktis karena berupa kain penyaring, tinggal dipasangkan pada kipas angin listrik di ruangan anda, maka tak lama kemudian beberapa ekor nyamuk pun akan terhisap dan terjebak didalamnya. Boleh kan ?

By. Abdur Rohim, S.HI

Pemberitahuan UAS I dan Libur Semester I Tahun Pelajaran 2012-2013

Pemberitahuan UAS I dan Libur Semester I Tahun Pelajaran 2012-2013

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 487 pengikut lainnya.